Senin, 05 Maret 2012

Tiap Orang Adalah Pemimpin


Nama Saya Adalah Aryo Nugroho Waluyo, Saya Adalah Pemimpin Diri Saya, Aryo Nugroho Waluyo Adalah Pemimpin Untuk Dirinya Sendiri Dan Orang Lain. Sambil didepan kaca dengan pasang aksi dengan akhiran senyum-senyum sendiri, mungkin adalah hal terbodoh bagi seseorang yang tidak tahu makna dibalik itu semua pasang gaya dicermin dan cekikikan sendiri dalam kamar. Sebenarnya ini hanya sebuah instrumen motivasi bahwa sebenarnya tiap individu yang bernyawa adalah seorang pemimpin bahkan sejak dia masih berbentuk sperma. Kita ketahui bersama dalam jutaan sel sperma hanya satu yang dapat menembus sel telur, lalu terjadi pembuahan, terus menjadi  zigot, orok dan lahir berbentuk anda sekarang dan mudahan-mudahan bagi calon ibu tidak membunuh calon pemimpin tersebut dengan praktek aborsi. Kembali ketopik pembahasan, anda berasal dari satu sperma dari jutaan pesaing sebelumnya lalu apa yang pantas predikat seperti ini kalau tidak sang pemenang dan sang pemenang lebih pantas disebut sang pemimpin.

Pemimpin banyak tipenya serta jutaan teory mungkin dari yang berkarakter baik sampai berkarakter iblis, namun semua itu menjadi hanya uapan angin bila ujung implementasinya kosong melompong, tanpa praktek sebuah teori belum bisa disebut teori, dan praktek bisa membuat  teori baru. Pemimpin adalah yang mempunyai keahlian dan disini  letak tujuan tulisan ini, bahwa semua manusia yang tercipta pasti memiliki keahlian masing-masing, setidaknya menulis sms atau bisa membacanya padahal tulisanya bESaR KeCIl dan tidak mengikuti kaidah  tata bahasa  indonesia yang baik dan benar, namun bagiku itu suatu keahlian yang menarik serta unik. Belum bisa  Mengenal diri sendiri inilah faktor penghambat dalam hal kepercayaan diri bahwa sebenarnya pribadi anda adalah sesuatu yang unik dengan segala gaya ciri khasnya. Banyak orang yang ragu akan kemampuannya sendiri, apa yang ingin diucapkan atau berbuat untuk sesuatu padahal dalam nuraninya dia menyatakan mampu namun oleh karena faktor penghambat dengan tidak segera mendobrak penghambat tersebut membuat kata tidak mampu memang benar-benar terjadi.

Dengan cara apa supaya anda keluar dari kunkungan bahwa anda bisa yaitu dengan cara mencoba masalah benar atau salah itu pembahasan berikutnya. Namun aturannya anda harus membaca tentang diri anda sendiri, siapa anda, apa kelebihan anda serta kekurangan anda wajib diketahui agar suatu saat anda bisa mengunakan analisa apa yang akan terjadi jika anda berbuat seperti ini atau itu, fakta resiko adalah sebuah keniscayaan dari sebuah perbuatan.

Belajar dan terus belajar  tanpa berhenti, dari buaian bunda sampai akhir menutup mata terus menurus, ketahuilah apa yang ada ingin ketahui lalu membaginya. Karena dengan proses membagi anda sedang menjalani proses implementasi dari suatu yang telah anda pelajari. Setelah anda belajar  anda tahu siapa anda sebenarnya serta peran anda dalam kehidupan ini maka adalah pemimpin untuk diri anda sendiri dan jika sudah dapat mempraktekkan/realisasi itu hasilnya baik maka pimpimlah orang lain.

Konsep kepemimpinan karya asli putra terbaik indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara mengkhabarkan adalah sebagai berikut :

Pertama : ing ngarso songko tulodo, definisinya bahwa seorang pemimpin itu harus memberikan suri teladan yang baik kepada mereka pengikut anda. Sebagai seorang publik figur/sosok yang diikuti gerak-geriknya sampai gaya rambutnya pun mempunyai beban sangat berat yaitu apa yang diperbuat harus mempunyai standar aturan. Aturan seperti apa, berkacalah pada norma-norma, adat istiadat dan agama.

Kedua : ing ngarso mangun karso, definisinya bahwa pemimpin harus peka terhadap sesuatu, keadaan/situasi kondisi, anggota yang dimpimpin, saat dimana harus mendegarkan, disaat dimana harus didengarkan, saat harus tegas dan saat diamana harus lemah.

Ketiga : tut wuri handayani definisinya adalah mengikuti dari belakang dan memberikan semangat moral bagi yang dipimpin, pemimpin harus merakyat turun kebawah meninggalkan singsananya dengan tujuan mengetahui apa yang diperlukan pengikutnya, bahkan merasakan apa yang dirasakan .

Versi lainya tentang kepemimpinan bahwa seorang pemimpin harus menjadi garda terdepan apa-pun yang terjadi. Saat pemimpin sedang ditengah dia harus mempunyai daya peka tentang kepentingan, kepentingan ini tujuannya untuk siapa, untuk sang pemimpin atau yang dipimpin. Saat pemimpin ada dibelakang dia harus menjadi ahli dalam strategi/management dll.

Salam berbagi !
Dibawah langit, 1.28, 12/07/011. Sang Penggoda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar