Kamis, 13 September 2012

Jurung (Lumbung Padi) asal Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah


Jurung (Lumbung Padi) asal Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah

oleh : Andreaneda Andrade

Masyarakat kecamatan Delang Kabupaten Lamandau Propinsi Kalimantan Tengah pada umumnya adalah petani, yang menanam padi di ladang milik sendiri, dan hasilnya disimpan untuk keperluan sendiri. Biasanya hasil panen ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu musim tanam ke depan sampai panen berikutnya. Petani disini sudah bisa memperkirakan berapa kebutuhan mereka selama 1 tahun ke depan menyesuaikan jumlah anggota keluarga tanggungannya, sehingga ia dapat memperkirakan berapa luasan ladang yang harus diusahakannya untuk memperoleh jumlah padi yang ia perlukan.

Masyarakat Kecamatan Delang sebagaimana masyarakat Kabupaten Lamandu lainnya pada umumnya secara tradisional mempunyai Lumbung Pangan tradisionil yang dikenal dengan nama JURUNG yang secara fisik berupa bangunan berbentuk panggung dengan ukuran ± 2 x 3 m, ciri khasnya ialah pada setiap tiang mempunyai penghalang tikus yang berbentuk lingkaran yang dinamakan JELAPANGAN. Kelebihan jurung ialah bangunan ini bebas dari tikus, aman dari bubuk beras atau padi, bebas jamur (ini tanpa mempergunakan bahan kimia) dan dapat menyimpan padi dalam waktu lama. Bahkan ada keluarga tertentu yang memiliki simpanan padi di jurungnya sudah puluhan tahun, sehingga rasa berasnya pun sudah tidak enak lagi.

Jurung digunakan untuk menyimpan hasil panen dari ladang pemilik selama satu 1 tahun sebelumnya. Jarang sekali terjadi rawan pangan atau kelaparan, keadaan ini disebabkan setiap kepala rumah tangga mempunyai cadangan pangan dalam bentuk gabah kering yang disimpan di jurung yang cukup untuk memenuhi keperluan selama satu musim kedepan atau bahkan lebih, tergantung hasil panen musim sebelumnya, kecuali bila terjadi kondisi cuaca ekstrim yaitu musim kemarau atau musim hujan yang berlebihan. Selain sebagai tempat penyimpanan padi, ada juga yang menyimpan benda-benda berharga milik keluarganya di jurung, misalnya benda-benda pusaka keluarga dan sebagainya.

Kepemilikan pada umumnya adalah milik pribadi, tidak dikenal adanya kepemilikan bersama oleh satu kelompok, kecuali oleh 1 keluarga besar. Biasanya setiap kepala rumah tangga mempunyai 1 jurung untuk keluarganya. Hal ini bisa terjadi karena setiap seseorang laki-laki yang sudah menikah biasanya membuat jurungnya sendiri sesuai kemampuannya. Jadi ada semacam tradisi bahwa setiap keluarga yang baru membangun rumah tangga harus pula membangun jurungnya sendiri.

Secara tidak langsung jelas sekali bahwa jurung merupakan salah satu faktor penting bagi terciptanya kemandirian pangan masyarakat di Delang. Suatu peranan yang sangat penting bagi pembangunan ketahanan pangan wilayah. Jarang sekali terdengar di Delang terjadi rawan pangan/kelaparan, karena keberadaan cadangan pangan yang mencukupi di jurung masyarakat secara mandiri, tanpa perlu intervensi pihak luar.

Melihat peranan dan fungsi jurung ini tidaklah berlebihan bila jurung adalah kearifan lokal masyarakat yang layak dikembangkan dan diberdayakan, pemberdayaan ini diperlukan mengingat bahwa selama ini pengelolaan jurung dilakukan secara mandiri oleh pemiliknya dan belum pernah tersentuh Program Pembangunan Pemerintah Kabupaten Lamandau.

Gambar jurung juga digunakan sebagai logo Kabupaten Lamandau, jadi sangat ironis jika warisan leluhur yang memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat justru tidak tersentuh program pembangunan. Jurung juga dianggap sebagai simbol kemakmuran, hanya dengan melihat penuh atau tidaknya padi di jurung suatu keluarga bisa dianggap berkecukupan/berada atau sebaliknya. Hal ini juga menjadi motivasi seseorang atau suatu keluarga supaya lebih giat dalam berladang. Karena itulah sedapat mungkin mereka dalam bertekad mengisi penuh jurungnya setiap kali mereka berladang.

Sebenarnya jurung yang penuh dengan padi tidak semata-mata sebagai simbol kemakmuran saja, tetapi secara nyata menggambarkan ketahanan pangan pemiliknya, yaitu seberapa lama cadangan pangan tersebut mampu memenuhi kebutuhan pemiliknya. Untuk diketahui dengan terisi separuhnya saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga selama satu tahun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar